Selasa, 30 Januari 2018

Taman Kanak-kanak


Hai guys,
Maaf ya udah lama gak nulis, lagi sibuk, sibuk mikir apa yang mau gue tulis…wkwkwkw….
Kali ini gue mau nulis soal masa kanak-kanak gue, lebih tepatnya saat gue masih TK (Taman Kanak-kanak),

Kala itu gue mulai di masukkan TK oleh orang tua gue saat berusia 6 tahun, saat itu teman 1 angkatan gue rata-rata usianya 4-5 tahun, yes….bener banget gue terlambat masuk TK,
Nih gue kasi foto TK 1 angkatan gue, coba tebak, gue yang mana…..gampang kok ciri-cirinya, yaitu kakinya paling panjang….wkwkwkwkwkkkk…..biar gampang nyarinya, gue pakai rompi biru...

TK Salomo 1 Semarang  adalah tempat dimana gue belajar, yang letaknya di samping Klenteng Sam Poo Kong, jadi kalau di Klenteng tersebut sedang ada Barongsai, pasti gue dan temen-temen yang lain gak bakal konsen belajar…..wkwkwkkkk….

Sejak gue masuk TK, gue udah diajarin sama kedua orang tua gue untuk mandiri, contohnya saat berangkat sekolah, gue di anter sama Papa naik BMW (Bebek Merah Warnanya) alias motor tua warna merah, dan saat pulang, gue disuruh pulang sendiri dengan naik angkot.
Waktu itu uang saku gue 200 perak aja, 100 perak buat naik angkot untuk pulang dan sisanya 100 perak buat jajan, nah kalau gue pengen jajan yang banyak atau agak mahal, gue bakal pulang jalan kaki, padahal jarak sekolah ke rumah kira-kira 3 KM, untuk ukuran anak-anak usia 6 tahun jarak 3 KM jauh banget,

Ada 1 kejadian yang gue inget banget,

Yaitu waktu gue pulang dan gue akan nyebarang jalan untuk naik angkot, nah……saat udah di tengah jalan, tiba-tiba dari arah kiri gue, melaju mobil bak terbuka kenceng banget, dan ajaibnya gue gak tertabrak atau bahkan tersrempet mobil tersebut, dan posisi gue saat itu ada di samping mobil tersebut dengan memegang bak mobil.
Dengan muka polos gue (saat itu), dan kaki gemetar, serta masih menggenggam erat bak mobil tersebut, gue di tolong oleh seorang Ibu penjual bunga yang di depan Klenteng, dan gue ditanya oleh Ibu tersebut, kira-kira seperti ini percakapan saat itu :

Ibu Penjual bunga           : halo anak ganteng (ini tambahan gue), mau kemana kok nyebrang jalan                                                sendirian
Gue                                  : mau pulang bu
Ibu Penjual bunga           : lah, orang tuanya dimana?gak jemput ya?
Gue                                  : saya biasa pulang sendiri bu naik angkot
Ibu Penjual bunga           : rumahnya mana?
Gue                                  : rumahnya daerah sana bu, pasar BK naik
Ibu Penjual bunga           : Ya sudah, sini ibu antar sampai rumah

Sampai sekarang menjadi misteri, siapa ibu penjual bunga tersebut, gue udah lupa seperti apa ibu, andaikan gue punya mesin waktu, gue bisa cari tahu ibu tersebut, dan sekarang gue bisa balas kebaikannya pad ague waktu itu.
Semoga ibu penjual bunga tersebut diberikan kesehatan dan rejeki yang berkelimpahan, Amin.



Selasa, 07 November 2017

Lipatan Amplop Putih

Uuuuuwwoooo…… udah lama banget gak nulis lagi nih…
Udah serasa ber abad-abad gak nulis,

Ada banyak hal yang pengen gw certain sama kalian guys, tapi saking banyaknya hal yang pengen gw certain, gw jadi bingung.

Gw masih dengan kesukaan yang sama, yaitu goyang-goyang gak jelas di kamar mandi, masih suka juga dubbing orang lain, masih suka jail juga, terus apa lagi ya……..wkwkwkkk

Gw mau cerita apa ya,
Ooohhh ini deh, gw mau cerita soal masa kecil gw ya, boleh kan….
Siapa tau ntar cerita gw ini di jadiin film layar lebar,,,hahahahaa

Gw terlahir dari keluarga yang kurang mampu, untuk makan sehari-hari saja, orang tua gw harus bersusah payah untuk bisa memberi makan kami 4 orang anaknya kala itu (yang ke 5 belum lahir).
4 anak itu adalah kakak, gw, dan 2 adik gw.

Saat itu kami sekeluarga tinggal di Weleri Kabupaten Kendal, kami tinngal di kota kecil dengan rumah yang sederhana dan itupun rumah pinjaman.
Kami sekeluarga tinggal di Weleri karena Papa kami adalah seorang pemuka agama, dan saat itu Papa kami sedang mendapat tugas untuk melakukan perintisan tempat ibadah di salah satu desa di Weleri.

Di kota inilah kekaguman akan orangtua kami muncul,
Dengan begitu semangatnya orangtua kami menghidupi kami dan memberikan teladan kepada kami,
Salah satu kejadian yang membuat kami semua anaknya meneladani orangtua kami hingga saat ini adalah seperti ini :

   Kala itu waktu sudah siang,saatnya kami sekeluarga pulang kerumah setelah kami melaksanakan ibadah di salah satu desa yang menjadi tempat perintisan Papa.
   Dan kebetulan pula ada salah satu tamu yang dermawan memberikan lipatan sebuah amplop berwarna putih yang berisi uang, Papa pun sempat menolak karena yang Papa lakukan adalah murni untuk pelayanan meskipun hari itu kami sekeluarga sangat membutuhkan, namun tamu itu tetap memaksa Papa untuk menerima.

   Akhirnya Papa pun menerima amplop yang diberikan oleh tamu tersebut, setelah kami mengucapkan terimakasih dan sedikit mengobrol, tamu tersebut berpamitan untuk pulang.
Tanpa membuka amplop, Papa mengantongi amplop tersebut ke saku baju Papa yang berwarna putih, kemudian kami sekeluarga pulang kerumah dengan berjalan kaki yang kira-kira berjarak 5 KM.

   Saat dalam perjalanan kami bertemu dengan salah satu Bapak  jemaat yang pagi tadi tidak mengikuti ibadah, Papa pun menghampiri Bapak tersebut, tanpa kami ke 4 anaknya tau isi percakapan Papa dan Bapak tersebut, kami melihat Bapak tersebut menangis dan memeluk Papa kami, dan setelah Papa selesai memeluk Papa memberikan lipatan amplop putih yang tidak sempat Papa buka isinya, Kami pun bingung dan berteriak dalam hati, terutama Kakak dan gw,
Dalam hati kami berteriak “Pah…kami butuh Pah……kami butuh……..kami belum makan dari pagi hingga siang Pah……kami makan dengan apa Pah…..kenapa amplopnya diberikan ke orang lain Pah…..”

   Dengan senyum lebar yang menjadi ciri khas Papa, Papa dan kami pun melanjutkan perjalanan, setelah berjalan beberapa puluh meter, kakak gw bertanya kepada Papa, kira-kira seperti ini :

Kakak    : “Pah, kenapa tadi amplopnya diberikan ke orang lain, padahal kita lagi butuh banget lho pah?”
Papa      : “jika ada orang lain yang sedang membutuhkan bantuan kita, ya kita harus menolongnya, contohnya : jika Bapak tadi sedang membutuhkan uang 50rb, dan kita punya uang 50rb atau lebih, ya berikan! jangan kamu bilang tidak punya uang atau jangan bilang kamu hanya punya uang 20rb, padahal kamu punya uang 100rb.
Kakak    : “Lha tadi, Papa tau isi amplopnya berapa?”
Papa      : “tidak tau nak”
Kakak    : ”Lha terus kalau Bapak tadi menerima uang lebih dari yang dia minta gimana? Kan sisanya bisa buat kita Pah”
Papa      : “nak, jika menolong orang, tolonglah dengan tulus dan tolonglah dengan maksimal sampai masalah orang tersebut bisa terselesaikan, coba kamu pikirkan apa yang Bapak tadi lakukan jika masalah keuangannya tidak terselesaikan? Bisa saja Bapak itu melakukan hal-hal yang diluar dugaan, misalnya melakukan kejahatan.
Kakak    : “ouh gitu ya Pah”
Papa      :” Iya nak, maka dari itu tolonglah secara maksimal orang yang membutuhkan pertolonganmu, tanpa memandang siapapun”

Guys, bisa bayangin gak, elu belum makan dari pagi sampai siang karena gak ada uang untuk beli beras, dan setelah dapat uang, uang tersebut dikasi ke orang lain………
Tapi gw bersyukur, dari kejadian ini, gw bisa belajar tentang saling tolong menolong,
Itulah salah satu kisah tentang Papa gw yang menjadi salah satu inspirasi gw dalam menjalani hidup, banyak hal positif yang gw dapat dari Papa gw.


Guys, ini gw kasi foto kedua orangtua gw, mereka adalah pahlawan terhebat gw,

Senin, 25 April 2016

Langsung Jleb

Hai gaes apa kabar? lama kagak nulis lagi...
kali ini gue mau share sama kalian, tapi sebelumnya gue perkenalkan dulu, keponakan gue yg satu ini.....
namanya Rizki Nurlaila, dia berasal dari daerah di Jawa Tengah yaitu Comal, maka dari itu temen2nya memanggil Comal sesuai daerah asalnya, tapi gue punya nama panggilan kesayangan untuk keponakan gue ini, panggilannya adalah Gembul..... yaaa... karena dia agak sedikit tambun sih..wkwkwkwkkkk.....
keponakan gue ini sekarang sudah kuliah semester 4 di STIE Bank BPD Jateng, salah satu sekolah tinggi ekonomi terbaik di Indonesia..... #promosi

yg mau gue share adalah isi dalam flashdisk keponakan gue,
gue kan sukanya penasaran ni sama flashdisk yg gue pinjem, entah itu punyanya siapa, pasti gue buka2 tu file, kayak tugas kuliah, foto bagus, foto aib, pokoknya semua harus gue lihat isinya, gak peduli punya siapapun, hahahahahaaa
dan ini pas flshdisk keponakan gue ada tangan, karena ketinggalan di tas gue,
tetep dengan tradisi lama, flashdisknya gue liat file2nya, ada beberapa isinya yg standart aja, kayak, tugas kuliah, foto temen2nya, foto keluarganya,
kemudian masih berlanjut dengan penasaran gue, flashdisk itu gue berantakin filenya, setelah gue liat2 smua, ada 1 file yg membuat gue tertohok, alias langsung kena hati..............
ini isi filenya :

Tersenyumlah, yg terjadi hari ini hanyalah sebuah kesalahan, bukan hancurnya seluruh kehidupanmu dimasa depan.

Seringkali seseorang memilih untuk tersenyum, hanya untuk menyembunyikan takutnya dan memilih untuk tertawa, hanya menyembunyikan lukanya.

Kadang alasan kita hadir dalam hidup seseorang bukan tuk mengharapkan cintanya, tapi tuk memperlihatkan betapa berharganya dia tuk dicintai.

Terkadang kita perlu terluka untuk tumbuh dan harus kehilangan untuk mendapatkan.

Terkadang, pelajaran terbaik didapat melalui rasa sakit.

Kebahagiaan dapat dirasakan bukan hanya karena keinginan telah terwujud dan doa telah terjawab, tapi juga karena hati telah ikhlas menerima.

Saat kamu merasa bosan dengan apa yang terjadi dalam hidupmu, mulailah mengubah kebiasaanmu.Ubah cara pandangmu terhadap sesuatu.

Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa menerima dan mencintai dirinya sendiri dengan segala kelebihan pun kekurangannya.

Hanya karena seseorang tersenyum, bukan berarti dia bahagia, Terkadang seseorang tersenyum hanya untuk menyembunyikan luka.

Kebahagiaanmu ditentukan oleh sudut pandangmu, yaitu melihat ke arah kehidupanmu melalui sudut yang baik


-ibu (16032016)

Sungguh bahagia aku bisa terlahir darimu, orang yang begitu kuat, tangguh dan luar biasa. Aku ingin selalu bisa membuatmu tersenyum dan membanggakanmu. Tapi aku malah sering membuatmu kecewa bahkan menangis. Ibu jangan kau menangis lagi, aku ingin kau selalu bahagia. Jangan sakit, aku ingin kau senantias sehat.  Ibu bersabarlah karna anakmu ini masih berjuang untuk membahagiakanmu. Tunggulah aku bu. Aku minta doa dan ridhomu bu. Bersabarlah agar aku bisa terus mengabdi kepadamu. Aku ingin menjadi kuat dan hebat seperti mu bu. Ya Allah berilah umur yang panjang, kesehatan serta kebahagiaan untuk ibuku. Jangan kau biarkan air matanya menetes Tuhan. Aku ingin melihat senyum dan tawanya. Berilah ia kekuatan untuk mengahadapi segala cobaanmu Tuhan, serta beri ia kesabaran untuk bisa menahan rasa sakitnya. Aamiin....


siapa yg gak nangis coba baca ginian.....
langsung mak jleb......