Selasa, 07 November 2017

Lipatan Amplop Putih

Uuuuuwwoooo…… udah lama banget gak nulis lagi nih…
Udah serasa ber abad-abad gak nulis,

Ada banyak hal yang pengen gw certain sama kalian guys, tapi saking banyaknya hal yang pengen gw certain, gw jadi bingung.

Gw masih dengan kesukaan yang sama, yaitu goyang-goyang gak jelas di kamar mandi, masih suka juga dubbing orang lain, masih suka jail juga, terus apa lagi ya……..wkwkwkkk

Gw mau cerita apa ya,
Ooohhh ini deh, gw mau cerita soal masa kecil gw ya, boleh kan….
Siapa tau ntar cerita gw ini di jadiin film layar lebar,,,hahahahaa

Gw terlahir dari keluarga yang kurang mampu, untuk makan sehari-hari saja, orang tua gw harus bersusah payah untuk bisa memberi makan kami 4 orang anaknya kala itu (yang ke 5 belum lahir).
4 anak itu adalah kakak, gw, dan 2 adik gw.

Saat itu kami sekeluarga tinggal di Weleri Kabupaten Kendal, kami tinngal di kota kecil dengan rumah yang sederhana dan itupun rumah pinjaman.
Kami sekeluarga tinggal di Weleri karena Papa kami adalah seorang pemuka agama, dan saat itu Papa kami sedang mendapat tugas untuk melakukan perintisan tempat ibadah di salah satu desa di Weleri.

Di kota inilah kekaguman akan orangtua kami muncul,
Dengan begitu semangatnya orangtua kami menghidupi kami dan memberikan teladan kepada kami,
Salah satu kejadian yang membuat kami semua anaknya meneladani orangtua kami hingga saat ini adalah seperti ini :

   Kala itu waktu sudah siang,saatnya kami sekeluarga pulang kerumah setelah kami melaksanakan ibadah di salah satu desa yang menjadi tempat perintisan Papa.
   Dan kebetulan pula ada salah satu tamu yang dermawan memberikan lipatan sebuah amplop berwarna putih yang berisi uang, Papa pun sempat menolak karena yang Papa lakukan adalah murni untuk pelayanan meskipun hari itu kami sekeluarga sangat membutuhkan, namun tamu itu tetap memaksa Papa untuk menerima.

   Akhirnya Papa pun menerima amplop yang diberikan oleh tamu tersebut, setelah kami mengucapkan terimakasih dan sedikit mengobrol, tamu tersebut berpamitan untuk pulang.
Tanpa membuka amplop, Papa mengantongi amplop tersebut ke saku baju Papa yang berwarna putih, kemudian kami sekeluarga pulang kerumah dengan berjalan kaki yang kira-kira berjarak 5 KM.

   Saat dalam perjalanan kami bertemu dengan salah satu Bapak  jemaat yang pagi tadi tidak mengikuti ibadah, Papa pun menghampiri Bapak tersebut, tanpa kami ke 4 anaknya tau isi percakapan Papa dan Bapak tersebut, kami melihat Bapak tersebut menangis dan memeluk Papa kami, dan setelah Papa selesai memeluk Papa memberikan lipatan amplop putih yang tidak sempat Papa buka isinya, Kami pun bingung dan berteriak dalam hati, terutama Kakak dan gw,
Dalam hati kami berteriak “Pah…kami butuh Pah……kami butuh……..kami belum makan dari pagi hingga siang Pah……kami makan dengan apa Pah…..kenapa amplopnya diberikan ke orang lain Pah…..”

   Dengan senyum lebar yang menjadi ciri khas Papa, Papa dan kami pun melanjutkan perjalanan, setelah berjalan beberapa puluh meter, kakak gw bertanya kepada Papa, kira-kira seperti ini :

Kakak    : “Pah, kenapa tadi amplopnya diberikan ke orang lain, padahal kita lagi butuh banget lho pah?”
Papa      : “jika ada orang lain yang sedang membutuhkan bantuan kita, ya kita harus menolongnya, contohnya : jika Bapak tadi sedang membutuhkan uang 50rb, dan kita punya uang 50rb atau lebih, ya berikan! jangan kamu bilang tidak punya uang atau jangan bilang kamu hanya punya uang 20rb, padahal kamu punya uang 100rb.
Kakak    : “Lha tadi, Papa tau isi amplopnya berapa?”
Papa      : “tidak tau nak”
Kakak    : ”Lha terus kalau Bapak tadi menerima uang lebih dari yang dia minta gimana? Kan sisanya bisa buat kita Pah”
Papa      : “nak, jika menolong orang, tolonglah dengan tulus dan tolonglah dengan maksimal sampai masalah orang tersebut bisa terselesaikan, coba kamu pikirkan apa yang Bapak tadi lakukan jika masalah keuangannya tidak terselesaikan? Bisa saja Bapak itu melakukan hal-hal yang diluar dugaan, misalnya melakukan kejahatan.
Kakak    : “ouh gitu ya Pah”
Papa      :” Iya nak, maka dari itu tolonglah secara maksimal orang yang membutuhkan pertolonganmu, tanpa memandang siapapun”

Guys, bisa bayangin gak, elu belum makan dari pagi sampai siang karena gak ada uang untuk beli beras, dan setelah dapat uang, uang tersebut dikasi ke orang lain………
Tapi gw bersyukur, dari kejadian ini, gw bisa belajar tentang saling tolong menolong,
Itulah salah satu kisah tentang Papa gw yang menjadi salah satu inspirasi gw dalam menjalani hidup, banyak hal positif yang gw dapat dari Papa gw.


Guys, ini gw kasi foto kedua orangtua gw, mereka adalah pahlawan terhebat gw,

4 komentar:

  1. Ga salah emang yg begini ini dulu jadi orator. Ga salah juga nih bisa kenal sama BOD PEKA ter-nylekit. Wehehehe luar biasa pak nilainya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha,,,thanks yak, sampai sekarang juga masih nylekit kok, wkwkwkwkkk

      Hapus