Uuuuuwwoooo…… udah lama banget gak nulis lagi nih…
Udah serasa ber abad-abad gak nulis,
Ada banyak hal yang pengen gw certain sama kalian guys,
tapi saking banyaknya hal yang pengen gw certain, gw jadi bingung.
Gw masih dengan kesukaan yang sama, yaitu goyang-goyang
gak jelas di kamar mandi, masih suka juga dubbing orang lain, masih suka jail
juga, terus apa lagi ya……..wkwkwkkk
Gw mau cerita apa ya,
Ooohhh ini deh, gw mau cerita soal masa kecil gw ya,
boleh kan….
Siapa tau ntar cerita gw ini di jadiin film layar
lebar,,,hahahahaa
Gw terlahir dari keluarga yang kurang mampu, untuk makan
sehari-hari saja, orang tua gw harus bersusah payah untuk bisa memberi makan
kami 4 orang anaknya kala itu (yang ke 5 belum lahir).
4 anak itu adalah kakak, gw, dan 2 adik gw.
Saat itu kami sekeluarga tinggal di Weleri Kabupaten
Kendal, kami tinngal di kota kecil dengan rumah yang sederhana dan itupun rumah
pinjaman.
Kami sekeluarga tinggal di Weleri karena Papa kami adalah
seorang pemuka agama, dan saat itu Papa kami sedang mendapat tugas untuk
melakukan perintisan tempat ibadah di salah satu desa di Weleri.
Di kota inilah kekaguman akan orangtua kami muncul,
Dengan begitu semangatnya orangtua kami menghidupi kami
dan memberikan teladan kepada kami,
Salah satu kejadian yang membuat kami semua anaknya
meneladani orangtua kami hingga saat ini adalah seperti ini :
Kala itu waktu sudah siang,saatnya kami sekeluarga pulang
kerumah setelah kami melaksanakan ibadah di salah satu desa yang menjadi tempat
perintisan Papa.
Dan kebetulan pula ada salah satu tamu yang dermawan
memberikan lipatan sebuah amplop berwarna putih yang berisi uang, Papa pun
sempat menolak karena yang Papa lakukan adalah murni untuk pelayanan meskipun
hari itu kami sekeluarga sangat membutuhkan, namun tamu itu tetap memaksa Papa
untuk menerima.
Akhirnya Papa pun menerima amplop yang diberikan oleh
tamu tersebut, setelah kami mengucapkan terimakasih dan sedikit mengobrol, tamu
tersebut berpamitan untuk pulang.
Tanpa membuka amplop, Papa mengantongi amplop tersebut ke
saku baju Papa yang berwarna putih, kemudian kami sekeluarga pulang kerumah
dengan berjalan kaki yang kira-kira berjarak 5 KM.
Saat dalam perjalanan kami bertemu dengan salah satu
Bapak jemaat yang pagi tadi tidak
mengikuti ibadah, Papa pun menghampiri Bapak tersebut, tanpa kami ke 4 anaknya
tau isi percakapan Papa dan Bapak tersebut, kami melihat Bapak tersebut
menangis dan memeluk Papa kami, dan setelah Papa selesai memeluk Papa
memberikan lipatan amplop putih yang tidak sempat Papa buka isinya, Kami pun
bingung dan berteriak dalam hati, terutama Kakak dan gw,
Dalam hati kami berteriak “Pah…kami butuh Pah……kami butuh……..kami belum makan dari pagi hingga
siang Pah……kami makan dengan apa Pah…..kenapa amplopnya diberikan ke orang lain
Pah…..”
Dengan senyum lebar yang menjadi ciri khas Papa, Papa dan
kami pun melanjutkan perjalanan, setelah berjalan beberapa puluh meter, kakak
gw bertanya kepada Papa, kira-kira seperti ini :
Kakak : “Pah, kenapa tadi amplopnya diberikan ke
orang lain, padahal kita lagi butuh banget lho pah?”
Papa : “jika ada orang lain yang sedang
membutuhkan bantuan kita, ya kita harus menolongnya, contohnya : jika Bapak
tadi sedang membutuhkan uang 50rb, dan kita punya uang 50rb atau lebih, ya berikan!
jangan kamu bilang tidak punya uang atau jangan bilang kamu hanya punya uang
20rb, padahal kamu punya uang 100rb.
Kakak : “Lha tadi, Papa tau isi amplopnya berapa?”
Papa : “tidak tau nak”
Kakak : ”Lha terus kalau Bapak tadi menerima uang
lebih dari yang dia minta gimana? Kan sisanya bisa buat kita Pah”
Papa : “nak, jika menolong orang, tolonglah
dengan tulus dan tolonglah dengan maksimal sampai masalah orang tersebut bisa
terselesaikan, coba kamu pikirkan apa yang Bapak tadi lakukan jika masalah
keuangannya tidak terselesaikan? Bisa saja Bapak itu melakukan hal-hal yang
diluar dugaan, misalnya melakukan kejahatan.
Kakak : “ouh gitu ya Pah”
Papa :” Iya nak, maka dari itu tolonglah secara
maksimal orang yang membutuhkan pertolonganmu, tanpa memandang siapapun”
Guys, bisa bayangin gak, elu belum
makan dari pagi sampai siang karena gak ada uang untuk beli beras, dan setelah
dapat uang, uang tersebut dikasi ke orang lain………
Tapi gw bersyukur, dari kejadian
ini, gw bisa belajar tentang saling tolong menolong,
Itulah salah satu kisah tentang
Papa gw yang menjadi salah satu inspirasi gw dalam menjalani hidup, banyak hal
positif yang gw dapat dari Papa gw.
